Hukum dan Sosial

Sosial 
KAMPUNG DERET JOKOWI....?EFEKTIF Kah...??

Gubernur Jakarta Joko Widodo
saat peletakan Batu Pertama
Proyek Kampung Deret Petogogan 
Sejak berhasilnya dicanangkan Kampung deret sejak beberapa waktu lalu di daerah Tanah Tinggi, banyak dukungan yang terus mengalir kepada Pemprov-DKI terhadap proyek ini. Hal tersebut terbukti, bahwa masyarakat di lokasi tersebut, sangat antusias dengan program tersebut. Liat saja masyarakat Petogogan yang sangat antusias menyambut program Kampung Deret ini saat dilakukan pada 9 Mei 2013 lalu.

Seperti kita ketahui, Kampung Deret Petogogan ini adalah Kampung Deret yang Murni memakai dana dari APBD-DKI Jakarta 2013, dengan jumlah sebesar 6 miliar rupiah dan belum termasuk drainase sebesar 10 miliar rupiah, sedangkan para pemilik rumah mendapatkan dana bansos sebesar 54 juta per pemilik rumah. Sedangkan pada proyek Kampung Deret Tanah Tinggi menggunakan dana yang bersumber dari CSR.

Namun Isyarat hati-hati pun terlontar dari Ketua DPP Partai HANURA Wahyu Dewanto yang juga Ketua Dewan Pembina Barisan Muda Syarif Hidayatullah, beliau mengisyaratkan kepada Pemprov-DKI supaya berhati-hati, karena hal ini dapat memicu derasnya urbanisasi ke Jakarta. Beliau pun menegaskan supaya bangunan yang terkena imbas proyek tersebut benar-benar warga DKI Jakarta dan memiliki bangunan di Jakarta yang dibuktikan lewat Ijin Mendirikan Bangunan serta E-KTP DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan melibatkan 5000 rumah yang nantinya akan direnovasi menjadi Kampung Deret, yang nantinya akan menelan dana sekitar 280 miliar rupiah, belum termasuk dana pembuatan drainase.  

Sumber : dari Berbagai Sumber, diedit seperlunya